Sejarah Teknologi KOmputer awan

Tech No State

Perkembangan atau Kemajuan Teknologi ‎Informasi | Komunikasi | Pendidikan dan ‎Bioteknologi

KOMPUTERSEJARAHTEKNOLOGI

Mengenal Awal Mula Teknologi Komputer Awan

Sejarah Teknologi KOmputer awan

Awal Mula Teknologi Komputer Sejarah Teknologi

Sejarah Komputer – Pada kesempatan kali ini kita akan mengenal lebih jauh tentang teknologi komputer awan. Komputer awan berasal dari nama Cloud Computing yang kemudian diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Pengertian komputer awan adalah pemanfaatan dari teknologi komputer yang tergabung dan dikembangkan melalui jaringan internet. Contohnya saat anda ingin mengupload gambar maupun vidio pada Facebook dan membagikannya. Hal yang Anda lakukan tersebut yang dinamakan komputerisasi awan.

Pada saat ini persaingan untuk menjadi penguasa terbesar terhadap awan semakin diperketat. Bagaimana tidak seluruh merek terbesar seperti Apple, google, Microsoft dan masih banyak lagi semakin canggih. Pembaruan sistemnya bahkan saat ini tak dapat diperkirakan lagi. Mereka pastinya akan mengeluarkan kelebihan – kelebihan terbarunya dengan tujuan menarik simpati dari penggunanya.

Sejarah Komputer Pada tahun 2009

Beberapa Komputer Awan yang diluncurkan dengan kecanggihannya diantaranya adalah IBM. Pada tahun 2009 IBM menciptakan LotusLive, yaitu berupa layanan yang dapat berkolaborasi dengan cloud. Sedangkan Apple yang kemudian juga menyediakan layanan Mobile Me sehingga memungkinkan pengguna untuk menggunakan produk Mac. Jadi pengguna dapat melakukan sinkronisasi data ke dalam cloud.

Namun hingga saat ini raksasa yang paling dikenal adalah Google. Satu – satunya Komputer Awan yang lahir sejak lama di era internet. Google memberikan layanan Google Docs yang dapat digunakan pengguna untuk membuat dokumen dan bekerja dengan spreadsheet secara online. Sehingga Anda tidak perlu lagi menggunakan software yang harus di instal terlebih dahulu pada PC atau notebook Anda.

Sejarah Awal Diciptakannya Komputer Awan

Sekitar tahun 1960 John McCarthy yang merupakan pakar komputasi MTI dan juga terkenal sebagai salah satu pianor intelejensi buatan memiliki ide. Yang memberikan visi tentang Komputer Awan. Kemudian pada tahun 1995 Larry Ellison memberikan ide “Network Computing”

Ide dari Larry Ellison ini mengemukakan bahwa sebenarnya user tidak memerlukan software yang masih harus di masukkan pada PC Desktop terlebih dahulu. Jadi PC Desktop sudah dapat diganti dengan suatu server yang menyediakan environment yang sudah langsung siap di akses. Seiring berjalannya waktu kemudian pada abad ke-21 hadirlah berbagai teknik baru dalam mengembangkan perangkat lunak. Situs internetnya pun berubah bukan lagi hanya sekedar statik bahkan menjadi aplikasi bisnis yang lebih kompleks.

Brand Terkenal Sponsor Komputer Awan

Dari berbagai inisiatif yang ada kemudian sejak tahun 2005 jargon Komputer Awan telah menyapu dunia sebagai teknologi informasi. Bagaimana tidak inisiatifnya di dorong oreng nama – nama yang sudah besar seperti Amazon.com yang meluncukan Amazon EC2. Dan juga Google meluncurkan Google App Engine, serta IBM yang meluncurkan Blue Cloud Initiative dan masih banyak lagi. Seluruh inisiatif – inisiatif tersebut tetap terus bergerak dan terus mencari bentuk terbaik.

Pada akhirnya seperti yang sekarang ini dapat kita lihat dengan nyata bahwa pertarungan menjadi nama terbaik untuk menguasai awan semakin ketat. Pengaruh hal tersebut mendorong sebuah Pabrik Dell mencoba untuk mematenkan nama Komputer Awan (Cloud Computing) yang ditolak oleh otoritas paten di Amerika.  Di luar negeri perebutan Komputer awan sangatlah Antusias namun bagaimana dengan Indonesia ini.

Di tanah air Kita Indonesia tidaklah seantusias di luar negeri. Hanya sedikit bahkan jumlahya masih dapat dihitung dengan jari tangan yang mencoba masuk pada area ini. Salah satu yang masih dikatakan cukup jenius bermain adalah PT. Telkom. Yang menawarkan dua layanan aplikasi berbasis Software as a Service. Dan satunya lagi yang dilakukan oleh Sigma Cipta Caraka yang merupakan anak dari usahanya.

PT Telkom adalah layanan e-Office on Demand

Produk yang mereka tawarkan adalah layanan aplikasi core bangking bagi bank-bank kecil kelas menengah. Dan layangan yang ditawarkan PT Telkom adalah layanan e-Office on Demand yang dapat dugunakan oleh suatu perusahaan maupun organisasi untuk kebutuhan kolaborasi  atau korespondensi. Seiring berjalannya waktu kemudian bekerja sama dengan mitra bisnisnya yaitu IBM, dan PT Codephile.

Kemungkinan melambatnya respon dari dalam negeri terhadap teknologi informasi khususnya Komputer Awan disebabkan oleh infrastruktur internet yang masih terbatas. Mungkin juga karena tingkat pengguna internet yang masih belum matang misalnya hanya menjadikan Domino Qiu Qiu sebagai hiburan atau untuk bersosialisasi saja. Bisa juga karena terbatasnya investor karena memang biaya investasinya tinggi. Padahal jumlah penduduk di Indonesia termasuk peringkat ke 5 yang juga merupakan pasar terbesar ke 5 di dunia.

Oleh karena itu teknologi informasi di Indonesia harus di segerakan memperisapkan diri untuk mulai mengembangkan layanan yang tangguh.  Sehingga ketika Komputer Awan sudah bergelombang besar merasuki Indonesia tidak hanya orang asing yang mendapat keuntungan saja. Dalam hal ini peran Pemerintah sangat diperlukan sebagai fasilitator dan regulator. Jika benar – benar terwujud masyarakat Indonesia dapat memiliki dan memanfaatkan akses sumber dayanya sendiri.

Comment here